Di mulai pada hari rabu 5 agustus yaitu hari sebelum pemberangkatan dengan mempersiapkan peralatan dan makanan untuk bekal selama 3 hari di atas, kami berangkat pada pukul 8 pagi hari jum’at 6 agustus 2010 dengan para pendaki berjumlah 9 mahasiswa 7 laki-laki dan 2 perempuan. Dengan mengawali perjalanan kami menggunakan sepada motor dan juga mobil pribadi, dengan rute perjalanan yang lumayan jauh kami telah sampai di perumahan penduduk di lereng yang sering di sebut pintu masuk pendakian pada pukul 11 pagi ternyata ada lima pendaki lagi yang juga akan naik saat itu dan kami pun dapat kawan lagi, adzan pun berkumandang menandakan sholat jum’at akan di laksanakan, sesaat kami ber bondong-bondong ke masjid yang sedang dalam perbaikan dan kebetulan berada di depan rumah yang kami singgahi.
Setelah semuanya sudah di persiapkan dan pemberangkatan akan di mulai ada dua cewe dari teman kami yang membatalkan ikut, gak tau alasannya kenapa. Dengan persiapan yang cukup matang kami memulai pendakian dan melewati gerbang pendakian yang berada di ujung teratas dari pedesaan. Setelah beberapa saat kami melangkahkan kaki rasanya melelahkan sekali’ mungkin karena aku pendaki awam yang jarang naik turun gunung, dan sesaat aku melihat teman-teman berada di belakang karena saat itu aku mengikuti langkah dari 3 teman yang sudah sering naik turun gunung jadi langkahnya terasa berjalan di tempat vertikal padahal ransel yang di bawanya melebihi bobot dari tubuhku karena sesaat sebelum berangkat aku sempat mencoba susah payah mengangkatnya mungkin beratnya berkisar antara 80-90 kg memang sepadan dengan badannya yang begitu besar dan tinggi.
Sudah beberapa saat kami pun beristirahat melampiaskan nafas kami yang sudah akan habis, dan dari teman-teman yang berada di belakang sudah tak nampak suaranya pun sudah tidak terdengar lagi dan kami tidak mau berlama-lama beristirahat karena bisa membuat badan terasa bertambah lemas, semakin tinggi hawa dingin makin terasa’ terlihat sebuah kabut yang menutupi jarak pandang yang sudah mencapai 5 meter dan saya semakin cepat melangkahkan kaki karena jarak lebih dari 5 meter teman yang di depan sudah tidak bisa terlihat karena terhalang kabut. Waktu sudah menandakan pukul 13.30 namun udara masih terasa sangat dinginberkisar 25 derajat, semakin sore kabutpun semakin menipis jarak pandang kami semakin jauh dan mata kami tertuju pada satu titik yakni pos pertama sudah di depan mata “ya kami sudah sampai di pos pertama” lega rasanya bisa beristirahat untuk sejenak sembari menunggu rombongan yang tertinggal jauh di belakang, setelah masuk kedalam ternyata ada 2 pendaki asal cilacap yang sedang beistirahat’ di bawah ini foto saat baru sampai di pos pertama dan di samping ada sebuah gubug untuk tempat beristirahat kami.
Dalam perjalanan ini banyak kejadian-kejadian yang rancu “aneh” di atas kami seperti ada hal-hal yang berbau mistik, seperti ada semacam bayangan yang selalu mengikuti, namun saya yang merasakan nya hanya bisa berusaha menglihkan perhatian dengan tawa dan candaan.
Setelah lama kami beristirahat kami melanjutkan perjalanan sebelum lelah menyerang karena kebanyakan beristirahat. Di dalam langkah-langka kami sungguh terasa menyiksa jika bukan karena kepuasan dalam jiwa kami mungkin kami berpikir buat apa ini semua, naik dan terus naik langkah semakin berat dan malam pun semakin dekat saat itu jika ada jalan yang mendatar itu adalah sebuah kenikmatan sungguh, dan malam telah menyelimuti kami dan dinginpun semakin terasa menusuk kulit’ sesegera kami mengmbil senter yang telah kami siapkansendiri-sendiri tapi karena aku di saat persiapan sungguh tidak menyangka senter sangat penting aku pun tidak kepikiran untuk membawanya beruntungnya teman kami yang tidak bisa ikut telah meminjamkan padaku’ entah apa jadinya jika berjalan malam-malam tanpa bisa melihat’ dengan jurang-jurang yang curam kemungkinan terperosok semakin besar.
Istirahat kami semakin sering aku juga saat itu seakan-akan ada sesuatu yang memberatkan kaki, keram sudah menjadi hal biasa tapi aku harus bisa sampai ke puncak apapun yang terjadi, saya dan kedua teman saya masih memimpin jauh di atas sedangkan teman-teman masih ketinggalan jauh di bawah

